FilmRembulan Tenggelam di Wajahmu diangkat dari novel karya Tere Liye. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ray (Arifin Putra) terbangun kaget dari tempat tidurnya di kamar rumah sakit. Pria yang sedang sakit keras itu tercengang dengan kemunculan tiba-tiba sosok berwajah teduh (Cornelio Sunny) yang mengajaknya berbincang. Berikutadalah karya-karya Tere Liye: Rembulan Tenggelam di Wajahmu (Grafindo,2006;Republika 2009) Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (Gramedia Pustaka Umum,2010) Hafalan Shalat Delisa (Penerbit Republika,2005) Senja Bersama Rosie (Penerbit Grafindo,2008) dan Mimpi-Mimpi Si Patah Hati (Add Print,2006). Resensinovel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami Sebelum membaca cerita ini, saya sudah membaca novel Ayu Utami lainnya yang berjudul Cerita Cinta Enrico. ulama terkemuka yang memberikan banyak amanat dan nasihat kepada pembaca atau tokoh-tokoh dalam cerita tersebut dan di novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu terdapat seorang malaikat atau RembulanTenggelam di Wajahmu adalah sebuah novel laris karya Tere Liye. Beruntung saya belum membaca buku tersebut, sehingga saat menonton film ini tak ada ekspektasi apa pun. Sebelum membaca ulasannya, tonton dulu trailernya di sini , biar tambah penasaran, hehehe. Sensasinyasama saat membaca novel Rembulan Tenggelam Di Wajahmu. Ada bagian saat menceritakan masa lalu dan ada bagian saat menceritakan masa sekarang. Ada bagian saat menceritakan masa lalu dan ada bagian saat menceritakan masa sekarang. W7Kzrp. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. BAB IPENDAHULUANData Identitas BukuJudul Rembulan Tenggelam Di Wajahmu Pengarang Tere Liye Penerbit PT Gramedia, JakartaCetakan VIUkuran 20,5 x 13,5 cmTebal iv + 426 halaman Harga Rp PengarangTere Liye merupakan nama populer seorang penulis berbakat ditanah air, yaitu Darwis. Yang lahir di Pedalaman Sumatera, 21 Mei 1979. Anak ke enam dari tujuh bersaudara yang lahir dan dibesarkan dikampung yang dikelilingi hutan, yaitu, Tandaraja Palembang. Tere Liye menyelesaikan pendidikan di SDN 2, SMPN 2 Kikim Timur, Sumatera Selatan. Kemudian melanjutkan ke SMUN 9 Bandar Lampung. Setelah lulus, Tere Liye melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di Universitas Indonesia, Fakultas Ekonomi dan mengambil jurusan Liye menikah dengan Ny. Riski Amelia dan dikaruniai seorang putra bernama Abdullah Pasai. Tere Liye berasal dari keluarga yang sederhana, yang terlahir anak dari seorang petani biasa. Tere Liye berbeda dari kebanyakan penulis yang sudah ada. Biasanya setiap penulis akan memasang foto, nomor kontak yang bisa dihubungi atau riwayat hidup singkat dibagian belakang setiap karyanya. Namun Tere Liye seperti menghindari dan menutupi kehidupanya. Berikut adalah, karya-karya Tere Liye Rembulan Tenggelam di Wajahmu Grafindo,2006; Republika 2009 Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Gramedia Pustaka Umum, 2010 Hafalan Shalat Delisa Penerbit Republika, 2005 Senja Bersama Rosie Penerbit Grafindo, 2008 dan Mimpi-Mimpi Si Patah Hati Add Print, 2006.BAB II ISI RESENSI Membandingkan dengan Novel lain Menurut saya, Novel Rembulan Tenggelam diwajahmu ini sangat menarik, meski awalnya sedikit membingungkan karena novel ini menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu, dimana narator mengetahui semuanya dengan semua peran yang muncul tiba-tiba disetiap bab-nya, dan yang kemudian mampu menjawab 5 pertanyaan dengan 5 jawaban, melalui kesempatan perjalanan masalalu. Novel ini awalnya juga menceritakan beberapa tokoh, namun hanya muncul diawal dan kemudian menghilang, dan muncul lagi dibab terakhir. Hebatnya, tokoh tersebut berkaitan dengan pemeran utama “Ray”.Memaparkan Keunikan NovelMenurut saya, Novel ini terbilang unik, karena novel ini menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Cukup membingungkan, namun membuat para pembaca penasaran dengan segala macam alur yang disampaikan. Novel ini mengajarkan apa arti syukur, kesederhanaan, ikhlas, dan menghargai apa yang telah kita miliki. Novel ini juga benar-benar mengajak kita pergi kedunia fantasi, berkhayal mengikuti alur ceritanya. Sungguh penasaran Novel Munculnya 5 pertanyaan, dan kemudian kelima pertanyaan terjawab melalui perjalanan panjang tokoh utama “Ray” . Sosok ray yang benar-benar mengagumi indahnya cahaya rembulan, yang setiap kali memandangnya, ia selalu berterimakasih kepada Tuhan. Merasakan kuasa Tuhan selalu menjejak setiap sudut bumi dimana cahaya rembulan menyentuhnya. Sosok Ray memang mengutuk, membantah, berprasangka buruk kepada Tuhan, tetapi ia selalu jujur dan tidak pernah berdusta setiap kali ia menatap rembulan, ia selalu memujinya dan merasakan sebuah ketenangan dibalik Indahnya cahaya rembulan yang Menurut saya, novel ini awalnya memang benar-benar membosankan, ceritanya yang sulit sekali dipahami. Dan ada bagian bab yang diceritakan terlalu singkat, dibeberapa bab diceritakan, dibab selanjutnya sudah tidak ada dan muncul kembali di bab terakhir. Bahasa yang digunakan juga sulit dipahami,banyak ditemukan kata-kata yang menurut saya, memang benar-benar memutar otak untuk bisa memahaminya. Ya, terlalu tinggi gaya bahasa yang digunakan bagi para pemula seperti ini memceritakan tentang perjalanan hidup seseorang, disini disebutkan bahwa pemeran tokoh utamanya adalah “Ray / Reihan”. Ray yang merasa hidupnya dipenuhi dengan berbagai ujian, yang menyebabkan ia berfikir langit telah mengutuknya. Tuhan tidak pernah memihaknya, dan berbagai pertanyaan muncul dihidupnya. Ya, 5 pertanyaan yang menemaninya melewati perjalanan panjang kembali ke masalalu yang kemudian mampu menjawab 5 pertanyaan dengan 5 jawaban yang muncul dari dalam dirinya. Disetiap perjalanan hidupnya, selalu muncul tokoh dan entah siapa itu yang seringkali disebutkan “malaikat” / pasien berumur sekian tahun “orang dengan wajah menyenangkan” yang menjadi pemeran serba tahu. Perjalanan hidup yang panjang bagi seorang Ray, dengan segala macam rasa pahit-manisnya kehidupan telah dirasanya dari sejak ia masih kecil. Ray anak yatim-piatu yang tinggal disebuah panti asuhan dengan penjaga panti yang seringkali memukulinya, kemudian ia kabur.. pergi dari panti tersebut. Yang kemudian menjadi bandar judi disebuah terminal kota, kemudian melanjutkan perjalanan kerumah singgah. Dimana rumah tersebut memberikan banyak warna, dan memberikan arti keluarga untuk pertama kalinya bagi Ray. Tertulis sebuah kalimat “ Kalian akan menjadi saudara di mana pun berada, kalian sungguh akan menjadi saudara. Tidak ada yang pergi dari hati. Tidak ada yang hilang adri sebuah kenangan. Kalian sungguh akan tetap menjadi saudara”. Namun setelah 6tahun bertempat tinggal dirumah singgah, Ray terlibat dengan perkelahian yang tiada henti, yang akhirnya memutuskan ia untuk masih berlanjut 6tahun kemudian ia jalani dengan menjadi pengamen jalanan digerbong kereta api. Hingga akhirnya ia bertemu dengan sesosok lelaki paruh baya, yang akhirnya menjadi sahabatnya ,“Plee”. Plee merupakan pedagang besar yang berbeda dengan pedagang lain, ia hanya menjual berlian tanpa harus membeli. Ya, Plee adalah seorang pencuri yang hebat, bahkan ia merencakan dengan jeli pencurian yang luar biasa yakni pencurian berlian seribu karat yang berada tepat dipusaran ibukota, yang semua itu melibatkan keahlian Ray. Hampir meraih keberhasilan, mereka tertangkap basah oleh petugas, namun Ray terselamatkan, dan Plee menjerat hukuman eksekusi mati. Pahitnya lagi, Plee merupakan pelaku utama terjadinya kebakaran besar yang telah melenyapkan segala harta bendanya, rumah, dan merenggut nyawa kedua orangtuanya. Ray mencoba melanjutkan perjalanan hidup, hingga akhirnya ia bertemu dengan seorang gadis cantik disebuah gerbong makan, ia mencoba mendekatinya, meski awalnya gadis itu enggan, karena ternyata gadis itu adalah seorang pelacur. Namun, setelah mendengar penjelasan dari wanita yang amat sangat dicintainya tersebutlah mereka tetap melanjutkan kisah kasih mereka kejenjang pernikahan. Ray yang sekarang menjadi mandor sukses ditemani istrinya yang amat sayang peduli terhadapnya. Wanita sederhana yang selalu ada, yang membuat hari-hari Ray menjadi lebih sayang, kebahagiaan Ray hanyar berkisar 6Tahun, istrinya meninggal, dan itu artinya ia sendiri lagi. Berbagai cobaan kembali menghampirinya, pertanyaan-pertanyaan yang lalu kembali menyelimuti fikiranya. Perusahaannya hancur, Kerabat satu persatu meninggal dunia, kemudian ia terbaring lemah dirumah saki menjalani operasi, hingga terserang komplikasi, dan ia menderita penyakit juga selama 6tahun, lagi dan lagi ia kembali sendiri. Hingga 5 jawaban dari 5 pertanyaan perjalanan hidupnya terjawab satu persatu.“Kau benar, Ray. Ada satu janji Tuhan. Janji Tuhan yang sungguh hebat, yang nilainya beribu kali tak terhingga dibandingkan menatap rembulan ciptaanNya. Tahukah kau ? Itulah janji menatap wajahNya. Menatap Wajah Tuhan. Tanpa tabir, tanpa pembatas.. Saat itu terjadi maka sungguh seluruh rembulan di semesta alam tenggelam tiada artinya. Sungguh seluruh pesona dunia akan layu. Percayalah selalu atas janji itu, Ray, maka hidup kita akanterasa indah....” Orang dengan wajah menyenangkan itu menyentuh lembut bahu pasien ini, mampu membawa pembaca benar-benar terbang kedunia fantasi, berkhayal membayangkan, mengikuti alur cerita yang disampaikan. Novel ini juga mengajarkan kita apa itu hidup ? bagaimana seharusnya menghadapi pahit-manisnya hidup ? belajar bersyukur, ikhlas, dan juga kesederhanaan. Didalam novel ini, juga terdapat banyak sekali nasehat dari penulis yang disampaikan dalam sebuah cerita. Meski awal ceritanya sedikit membosankan, namun jika terus kita baca kita akan menemukan banyak sekali kejutan didalamnya. Salah satu nasehat yang terdapat didalam isi novel ini adalah “ Ketika kau merasa hidupmu menyakitkan dan merasa muak dengan semua penderitaan maka itu saatnya kau harus melihat keatas, pasti ada kabar baik untukmu, janji-janji, masa depan. Dan sebaliknya, ketika kau merasa hidupmu menyenangkan dan selalu merasa kurang dengan semua kesenangan maka itulah saatnya kau harus melihat kebawah, pasti ada yang lebih tidak beruntung darimu”. Nasihat yang lain, yaitu “ Kalian mungkin memiliki masa lalu yang buruk, tapi kalian memiliki kepal tangan untuk merubahnya”. Hanya sesederhana itu. Dengan begitu, kau akan pandai bersyukur dan kembali bangkit menjalani tantangan hidup. Luar biasa, bukan ?Kelemahan Diawal cerita, novel ini benar-benar membosankan, saya sendiri awalnya enggan karena alur ceritanya, gaya bahasanya, sulit sekali karena rasa penasaran yang luarbiasa yang membuat saya mampu menyelesaikan dalam waktu 3 hari. Dan isinya, sungguh Kerangka Novel Kerangka per babNovel ini disusun secara berurutan, terdiri dari 37 bab. Dimulai dari bab pertama yang menceritakan kisah gadis kecil bernama Rinai anak yang terlahir yatim-piatu, yang akibatnya diceritakan pada bab 36, yang merupakan kelalaian Ray dalam mengendalikan mobilnya yang katanya hampir saja menabrak mobil yang tiba-tiba muncul dari sisi lain, Ray melaju dengan kencang melesat pergi tak peduli, sedangkan mobil yang hampir ditabraknya tadi membanting stir terus melaju tak terkendali hingga menghantam jeruji besi yang menyeruak dari tepi jalan. Merenggut nyawa kedua orangtua Rinai. Bab selanjutnya menceritakan perjalanan hidup Ray yang penuh dengan pahit-manisnya BahasaBahasa yang digunakan juga sulit dipahami,banyak ditemukan kata-kata yang menurut saya, memang benar-benar memutar otak untuk bisa memahaminya. Ya, gaya bahasa yang digunakan terlalu tinggi bagi para pemula seperti saya. Misal, Bintang tumpah mengukir angkasa membentuk ribuan formasi hal. 1, Sungguh kalau kulukiskan peta itu maka ia bagai bola raksasa dengan benang jutaan warna yang saling melilit, saling menjalin, lingkar-melingkar. hal. 57 Mempunyai harta benda itu baik, miskin itu jelek. Benar-benar ukuran yang tidak hakiki. Hal. 416 dan masih banyak IIIPENUTUPSaranMenurut pendapat saya, novel ini cukup baik untuk menjadi bahan bacaan disaat waktu luang. Karena ceritanya yang memang menarik, juga isinya mengandung banyak nasehat, gambaran tentang perjalanan hidup, mengajarkan kesederhanaan, bagaimana seseorang mensyukuri atas segala nikmat yang telah diberikan olehNya, juga bagaimana seseorang belajar ikhlas atas segala musibah dan ujian yang sedang PUSTAKALiye, Tere. 2009. Rembulan Tenggelam Di Wajahmu. Jakarta Republika 1 2 3 4 5 Lihat Lyfe Selengkapnya A. Identitas Judul buku Rembulan Tenggelam di Wajahmu Pengarang Tere Liye Penerbit Republika Terbit Jakarta, 2009 Tebal buku 426 halaman Harga Rp B. Gambaran Umum Latar Belakang Novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu merupakan salah satu novel best seller Indonesia karya Tere Liye. Novel ini bertemakan kehidupan dan problematikanya. Rembulan Tenggelam di Wajahmu memberikan gambaran bahwa hidup ini adalah serangkaian peristiwa yang saling berhubungan satu sama lain. Tujuan Tere Liye mengarang novel ini adalah untuk dijadikan bahan renungan bagi pembacanya setelah selesai membaca novel ini. Seperti novel-novel sebelumnya, ciri khas Tere Liye yaitu membawa pembaca pada sebuah kisah yang sederhana tentang kehidupan. Terhitung sampai tahun 2012, novel ini telah mengalami cetakan ke sembilan. Identitas Pengarang Tere Liye merupakan nama populer seorang penulis berbakat ditanah air, yaitu Darwis. Yang lahir di Pedalaman Sumatera, 21 Mei 1979. Anak ke enam dari tujuh bersaudara yang lahir dan dibesarkan dikampung yang dikelilingi hutan, yaitu, Tandaraja Palembang. Tere Liye menyelesaikan pendidikan di SDN 2, SMPN 2 Kikim Timur, Sumatera Selatan. Kemudian melanjutkan ke SMUN 9 Bandar Lampung. Setelah lulus, Tere Liye melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di Universitas Indonesia, Fakultas Ekonomi dan mengambil jurusan Akutansi. Tere Liye menikah dengan Ny. Riski Amelia dan dikaruniai seorang putra bernama Abdullah Pasai. Tere Liye berasal dari keluarga yang sederhana, yang terlahir anak dari seorang petani biasa. Tere Liye berbeda dari kebanyakan penulis yang sudah ada. Biasanya setiap penulis akan memasang foto, nomor kontak yang bisa dihubungi atau riwayat hidup singkat dibagian belakang setiap karyanya. Namun Tere Liye seperti menghindari dan menutupi kehidupanya. Berikut adalah, karya-karya Tere Liye Rembulan Tenggelam di Wajahmu Grafindo,2006; Republika 2009 Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Gramedia Pustaka Umum, 2010 Hafalan Shalat Delisa Penerbit Republika, 2005 dan Senja Bersama Rosie Penerbit Grafindo, 2008. Sinopsis Seseorang yang bernama Ray pada awalnya tinggal di sebuah panti asuhan, namun kehidupan di panti asuhan membuatnya tidak betah karena ulah penjaga panti yang semena-mena terhadap anak-anak panti. Akhirnya, Ray memutuskan untuk pergi dari panti asuhan. Setelah pergi dari panti, ia memulai kehidupan barunya di jalanan yang membuatnya terperosok menjadi seorang penjudi. Karena selalu menang berjudi, ia dikeroyok oleh preman-preman yang merasa dirugikan karena kedatangan Ray dan membuatnya dirawat di Rumah Sakit. Setelah keluar dari rumah sakit, ia tinggal di rumah singgah ibukota dan memiliki keluarga baru disana. Namun setelah 3 tahun lamanya tinggal, Ray harus pergi. Setelah pergi dari rumah singgah, Ray menjadi pengamen jalanan dan berteman dengan Plee. Plee ternyata merencanakan sebuah pencurian hebat. Ray pun ikut dalam rencana Plee untuk mencuri berlian seribu karat yang dijaga ketat. Sayangnya Plee tertangkap dan dieksekusi mati. Ray pun kembali ke kota asalnya dan bekerja sebagai buruh kerja dan kemudian menjadi mandor. Di kota asalnya ia bertemu dan menikah dengan seorang perempuan yang yatim-piatu pula seperti dirinya. Hidupnya kini jauh lebih baik. Ia memiliki istri yang dengan ikhlas melayani dirinya, kenaikan pangkat, dan istrinya sedang hamil. Namun tidak lama, langit dengan kejam merampas kebahagiaan Ray. Istri Ray dan bayi yang dikandungnya meninggal. Kini Ray kembali mengutuk langit atas apa yang terjadi. Setelah itu Ray kembali ke ibu kota, Ray dengan bisnis imperiumnya yang menggurita merasa kehidupannya hampa dan kosong. Kini ia kaya, namun hidupnya tetap dipenuhi kehampaan. Dipenghujung umur Ray, Ray sakit-sakitan selama 6 tahun. Dipenghujung umurnya itu pula Ray mendapat jawaban atas seluruh pertanyaan hidupnya dan mengetahui kebenaran bahwa apa yang telah ia lakukan selama ini berdampak bagi orang lain. C. Kelemahan & kelebihan Kelemahan Novel ini memiliki alur campuran sehingga pada awal cerita pembaca dibuat bingung memahaminya, bahasa yang digunakan juga cenderung sulit dipahami dan ada beberapa kata yang tidak umum digunakan yang membuat pembaca harus membuka kamus untuk memahami artinya. Kelebihan Novel ini sarat akan pesan moral. Pembaca dibuat masuk ke dalam cerita dan langsung dapat menyimpulkan amanat yang tersirat dalam novel. Selain itu, pembaca juga dibuat penasaran dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tokoh Ray yang hidupnya penuh penderitaan. Novel ini menjelaskan setiap kejadian dengan detail dan cara yang membuat pembaca tergugah dan terkesan. D. Pendapat Menurut saya, novel ini cukup baik dalam hal pemilihan tema, penokohan dan alurnya. Ceritanya menarik dan mengandung banyak nasehat tentang kehidupan terutama tentang mensyukuri kehidupan yang seringkali dilupakan. Novel ini juga menekankan arti ikhlas dalam menghadapi segala ujian atau cobaan yang Tuhan berikan kepada makhlukNya. D. Simpulan Novel ini merupakan salah satu novel yang direkomendasikan karena memiliki pesan yang membuat pembacanya tersentuh akan makna dari sebuah kehidupan. Novel ini juga membuat pembaca ingin terus membaca sampai selesai karena menimbulkan rasa penasaran sejak awal cerita. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Judul Buku Rembulan Tenggelam di WajahmuPenulis Tere LiyePenerbit Republika ISBN 978-979-1102-46-9 Ukuran buku cmHalaman iv + 426 halamanTahun terbit 2009Buku Rembulan tenggelam di Wajahmu adalah buku yang menceritakan bagaimana sesungguhnya fakta daripada sekenario kehidupan yang tak pernah dapat di baca oleh manusia. Bila kita membaca buku ini maka kita akan merasa betapa tidak dapatnya kita berandai-andai. Halaman terfavorit saya ada pada halaman 295, dimana sang istri dari tokoh utama Rey sedang mengalami keguguran,dan ia berkata "aku...aku hanya ingin mengandung anak-anakmu. Melahirkan anak-anak kita. Membesarkan nya menjadi anak-anak yang baik. Anak-anak yang lebih beruntung dari dia pergi begitu begitu saja. Bagaimana aku bisa menghilangkan perasaan sedih itu. Bagaimanalah..."Buku ini menyajikan banyak tokoh didalamnya ,namun yang paling berkesan bagi saya adalah sosok Rey sebagai tokoh utama,dimana ujian hidup begitu banyak menimpanya, namun dia dapat bangkit secara mandiri, tak pernah mengemis, sungguh sosok yang begitu moral dari buku ini adalah begitu tidak dapatnya kita berandai-andai didunia fana ini, skenario yang dirancang oleh Tuhan benar-benar tidak bisa ditebak oleh manusia manapun. 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya Ridha Rizky Ananda Moriza Sastra Wednesday, 12 Oct 2022, 1557 WIB Resensi novel Rembulan Tenggelam di WajahmuDibuat Oleh Ridha Mutiara Rizky Ananda Moriza Judul Rembulan Tenggelam di Wajahmu Penulis Tere-Liye Penerbit RepublikaTanggal Terbit Maret-2009Halaman 427 HalamanHarga Rp. dan unik, itu adalah dua kata pertama yang terlintas dalam benak saya saat pertama kali membaca novel ini. Latar belakang dan jalan cerita yang barangkali jarang atau hampir tidak pernah terpikirkan oleh kebanyakan orang ini digarap tuntas oleh Tere Liye–sapaan akrab sang penulis. Penulis yang bernama asli Darwis ini mahir merangkai kata demi kata menjadi kalimat, sehingga mampu membuat potongan-potongan kejadian menjadi sebuah lembaran kehidupan yang utuh. Sebagai penggemar garis keras Tere Liye, saya dibuat sulit untuk tidak membuka lembar demi lembar selanjutnya dalam sekali baca. Bagi saya, membaca novel ini layaknya belajar tentang kebijaksanaan, belajar perihal kesederhanaan dan keikhlasan dalam penerimaan jalan hidup. Selain itu, novel ini pun mengajarkan untuk senantiasa berbaik sangka pada semesta dan Sang Penciptanya. Memahami bahwa pada beberapa hal di dalam hidup, mengalah bukan berarti kalah, tidak membalas bukan berarti lemah. Ada kalanya menerima adalah jalan terbaik bagi diri untuk menjadi apa adanya.. Sebab Sang Pencipta itu adil dengan Rembulan Tenggelam di Wajahmu ini memberi input yang sangat sederhana, tetapi sangat mengena untuk dicerna. Misalnya saja, banyak dari kita –Termasuk saya sendiri– seringkali melupakan untuk melihat segala pristiwa dari berbagai sisi dan bukan dari kacamata kita saja. Tak jarang segala penilaian terhadap orang lain ataupun keadaan itu langsung dilontarkan, tanpa mau menelaah secara objektif. Maka dari itu lahirlah perdebatan-perdebatan sebab keselisih pahaman akan suatu penilaian yang bahkan kita sendiri pun tidak tahu, tentang sisi lain yang sebenar-benarnya kita pemikiran di dalam novel ini yang membuat saya kagum adalah, pemaknaan dari “kehilangan.” Semua kehilangan itu menyakitkan . dan cara terbaik untuk memahaminya adalah selalu dari sisi yang pergi, bukan dari sisi yang ditinggalkan ’ Maka kemudian tidak akan ada lagi pertanyaan lanjutan yang mungutuk langit seperti Kenapa Tuhan selalu mengambil sesuatu yang menyenangkan dari hamba-Nya? Apa semua kesedihan ini kurang menyakitkan?’? Menurut saya, Tere Liye sangat apik menuliskan alur demi alur untuk memberi gambaran kehidupan ke pembacanya. Dengan tokoh yang dibuat melalui kehidupan yang tak mudah, tapi pada akhir cerita sang pembaca mampu paham tentang apa sebenarnya teka-teki hidup yang dialami si tokohBerikut adalah penggambaran singkat tentang novel yang dari tadi saya sebut luar biasa ini. Novel setebal 426 halaman ini bercerita tentang seseorang yang mempunyai lima 5 pertanyaan besar di dalam hidupnya. Lima 5 pertanyaan sederhana yang mungkin banyak orang juga cinta itu?Apakah hidup ini adil?Apakah kaya adalah segalanya?Apakah kita memiliki pilihan dalam hidup?Apakah makna kehilangan?Lantas, kelima pertanyaan tersebut dijawab satu per satu secara berurutan dengan serangkaian peristiwa masa lalu sang tokoh dengan jawaban yang bijak dan sederhana. Di dalam novel ini, kita berkenalan dengan tokoh utama yang bernama Ray, seorang remaja tanggung yang tinggal di panti asuhan dengan penjaga panti yang sok suci. Rehan Raujana, nama yang diberikan istri penjaga panti yang telah meninggal. Lantas ia mengganti namanya menjadi Ray. Hanya Ray, karena menurutnya, panjang-pendeknya suatu nama, ia akan tetap dipanggil dengan nama pendek. Orangtuanya meninggal saat terjadi kebakaran, sehingga ia kemudian tinggal di panti asuhan yang pemiliknya bersifat sangatlah serakah. Ia dihukum berkali-kali atas perbuatan nakalnya, sebentuk perlawanan atas perlakuan penjaga panti yang tidak adil. Ray adalah anak yang cerdas, maka ia ingin mencegah ketidak adilan di panti asuhan di panti, ia seringkali bertanya; “Begitu banyak panti asuhan di kota ini, mengapa ia harus bertahun-tahun tinggal di panti yang seperti ini?” Maka ketika ia berusia 16 tahun, di pagi hari raya ia memutuskan untuk mencuri uang di kantor penjaga panti dan memilih untuk kabur dari tempat itu. Lalu, secara tidak sengaja ia menemukan potongan masa lalunya di pun sempat menjadi preman karena memutuskan kabur dari Panti Asuhan dan hidup di jalanan. Di luar panti, Ray menjalani kehidupan yang sungguh keras. Namun, di jalanan pula ia menemukan kebahagiaannya. Ia bisa makan semaunya tanpa di jatah seperti di panti, ia bisa tidur semaunya dan Ray bebas melakukan apa pun sesukanya. Di jalanan ini pulalah Ray menjalani hidupnya yang gelap. Mencuri, berjudi, hingga kemudian ia menemukan kehidupan yang berbeda di ibukota, setelah peristiwa kemenangan besarnya yang berakhir terdamparnya ia di salah satu rumah sakit ibukota. Di sana, ia tinggal di Rumah Singgah. Bertemu dengan anak-anak jalanan yang mempunyai banyak mimpi masa depan untuk menjadi lebih suatu ketika, Ray memutuskan keluar dari rumah penampungan dan kembali hidup gelandangan. Mengamen dari gerbong Kereta satu ke gerbong lainnya, sampai tinggal di kolong jembatan. Ray senang menaiki tower air, menyendiri dan melihat rembulan dari atas sana. Kehidupan Ray berubah drastis setelah ia nekad ikut mencuri berlian di salah satu Bank Internasional. Ray pulang ke kampungnya dan kemudian jatuh cinta pada Gadis Si gigi kelinci. Lantas kemudian mereka menikah dan Ray pun hidup bahagia karena dipercaya dan diangkat sebagai kepala sayang, kebahagiaan Ray tidak bertahan lama. Istrinya meninggal saat setelah melahirkan. Ray kembali ke kota dan merintis usaha baru dan yang kemudian sukses luar Ray jatuh sakit saat semua impian yang bahkan tak pernah ia bayangkan telah menjadi kenyataan. Ray tetap merasa hampa, kosong, sepi, bahkan meski ia memiliki banyak harta. Ray masih diberi kesempatan mengulang masa lalunya, merenungkannya, lantas memperbaikinya. “Ketika kau merasa hidupmu menyakitkan dan merasa muak dengan semua penderitaan maka itu saatnya kau harus melihat ke atas, pasti ada kabar baik untukmu, janji-janji, masa depan. Dan sebaliknya, ketika kau merasa hidupmu menyenangkan dan merasa kurang dengan semua kesenangan, maka itulah saatnya kau harus melihat ke bawah, pasti ada yang lebih tidak beruntung darimu. Hanya sesederhana itu.” Tere LiyeWalau saya adalah penggemar garis keras penulis yang berasal dari Sumatera Selatan ini, saya tidak begitu saja melewatkan kekurangan yang terdapat pada novel ini, tentunya menurut pendapat pribadi ini membosankan pada bab-bab awal. Jika seseorang yang kurang berminat dengan novel yang alurnya berjalan dengan perlahan, mungkin saja tidak akan mau menamatkan untuk membaca novel ini. resensi Disclaimer Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku UU Pers, UU ITE, dan KUHP. Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel. Berita Terkait Terpopuler di Sastra

resensi novel rembulan tenggelam di wajahmu